Mutiaramedia.com. JAKARTA — Puluhan mahasiswa, pemuda, dan warga Pandeglang yang tergabung dalam Gerakan Pandeglang Bersih menggelar aksi di depan Istana Negara dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat (28/11/2025). Mereka menuntut pemerintah pusat turun tangan menangani dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Gari Setiawan Makmur (PT GSM) di Kecamatan Panimbang.
Aksi ini berangkat dari keresahan warga Kecamatan Sobang–Panimbang atas aktivitas perusahaan peternakan dan pemotongan sapi impor yang berada dekat pemukiman dan sekolah. Warga menilai bau menyengat dan dampak lingkungan lainnya sudah lama mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
Keluhan serupa sebelumnya sudah disampaikan ke Pemkab Pandeglang dan sejumlah instansi seperti DLH, DPUPR, DPMPTSP, dan Satpol PP. Namun massa aksi menilai tidak ada langkah nyata dari pemerintah daerah.
Koordinator aksi, Entis Sumantri, menyebut bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat.
“Masyarakat sudah lama merasakan dampak pencemaran. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Entis juga menduga PT GSM belum memenuhi ketentuan izin lingkungan dan perizinan lainnya.
“Kami menduga perusahaan ini ilegal dan tidak patuh aturan,” ujarnya.
Gerakan Pandeglang Bersih meminta Presiden RI:
1. Mengevaluasi Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten,
2. Memeriksa kepatuhan lingkungan PT GSM,
3. Serta memastikan tidak ada pembiaran ataupun backing aparat.
Menurut massa aksi, lokasi perusahaan dekat SD, SMP, dan SMK membuat dugaan pencemaran ini harus segera ditangani.
Salah satu peserta aksi, Ahmad Syafaat, menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak berhenti di sini.
“Kami akan terus bersuara sampai pemerintah bertindak,” ujarnya.












