BeritaDaerahhumaniora

Citarasa Kuliner dari Paguyuban Sabu Raijua Ramaikan Jamuan Malam Kenegaraan RI Ke-80 Di Sumba Timur

57
×

Citarasa Kuliner dari Paguyuban Sabu Raijua Ramaikan Jamuan Malam Kenegaraan RI Ke-80 Di Sumba Timur

Sebarkan artikel ini

MUTIARAMEDIA.COM, SUMBA TIMUR – Sajian Kuliner Khas Nusantara bagian dari tradisi yang ditampilkan dalam Malam Resepsi Kenegaraan Hari Kemerdekaan RI Ke-80 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Minggu, 17 Agustus 2025 malam.

Paguyuban masyarakat dari berbagai daerah yang berdomisili di Kota Waingapu dengan penuh semangat menyajikan aneka menu makanan khas daerahnya untuk dinilai oleh dewan juri sekaligus dicicip oleh masyarakat yang hadir.

Seperti yang ditampilkan oleh Paguyuban Keluarga Sabu Raijua yang menyajikan beberapa kuliner khas diantaranya Due atau yang biasa dikenal nira dari buah lontar dan disajikan dalam haik (anyaman daun lontar) berukuran kecil, seperti gelas.

Due memiliki rasa yang manis dan segar, sangat cocok untuk memuaskan dahaga siapapun yang meminumnya.

Ada juga manakan khas bernama Peregu yang terbuat dari campuran kacang tanah, kelapa, dan gula yang dipadatkan dan dibentuk bulatan kecil.

Rasa Peregu sangat enak, gurih dari kacang dan kelapa, serta manis gula lontar yang menambah citarasa, sangat cocok untuk dijadikan bekal atau camilan yang mengenyangkan.

“Sejak dulu, Makanan Peregu dibuat sebagai bekal untuk orang yang bepergian jauh, berhari-hari, atau minggu, sehingga makanan ini tidak akan membuat kelaparan,” ungkap Marselina Atu Lata sang pemandu stan.

Makanan Deme yang terbuat dari olahan hewan laut bulu babi atau landak laut (echinodermata) yang mempunyai nilai gizi yang tinggi.

“Bagi masyarakat Sabu, Rasa makanan Deme sangat enak dengan bau laut khas yang sangat tajam dan pekat, bahkan menjadi incaran banyak orang karena punya nilai gizi yang tinggi dan juga dijadikan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit,” tambah Marselina.

Makanan Pudu dari olahan rumput laut dicampur teripang putih juga menjadi hidangan favorit masyarakat Paguyuban Sabu.

Pudu salah satu makanan khas orang Sabu, dan menjadi incaran wisatawan asing karena kandungan nilai gizi tinggi,” ujar Marselina.

Dia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menyukai kekayaan kuliner khas Sabu Raijua yang merupakan bagian dari NKRI. (MM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *